Jumat, 03 November 2017

Peniup Terompet Sunda asal Kabupaten Bandung Pecahkan Rekor MURI

(foto: dok penulis)
Penggiat seni yang berasal dari 14 paguron di Kabupaten Bandung berhasil menorehkan prestasi beberapa waktu lalu. Para seniman trasional itu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori peniup terompet khas sunda terbanyak sepanjang sejarah dalam gelaran kesenian.

Senior Manager MURI Awan Suwargo, mengatakan pihaknya memberikan piagam penghargaan kepada seniman asal ibukota Soreang itu setelah mampu mencetak rekor baru di bidang kesenian dan kebudayaan.
"Tercatat sebanyak 73 peniup terompet ikut dalam pagelaran seni yang belum pernah digelar sebelumnya," ujar Awan kepada penulis.

Menurut Awan, selain mencetak rekor baru di Indonesia para peniup terompet yang biasa mengiringi kesenian pencak silat ini menjadi yang pertama menorehkan prestasi di tingkat dunia.
"Sejumlah seniman ini secara serentak memainkan terompet dalam kurun waktu 1 jam. Mereka juga tercacat bisa mengolaborasikan alunan nada musik tradisional dengan iringan suara alat musik modern," ucapnya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung Dadang M Naser mengaku sangat bangga dengan penghargaan MURI ini. Terutama diberikan untuk para penggiat seni diwilayahnya yang sangat kreatif hingga mampu mencetak rekor pertama di dunia.
"Apalagi keberadaan para peniup terompet tradisional sunda sudah jarang ditemukan. Penghargaan ini semoga jadi awal dari kebangkitan seniman sunda," ungkapnya.

Dadang melihat hampir ditiap pertunjukan kesenian tradisional Sunda tak banyak yang melihat para peniup terompet ini penting. Bahkan, warga merasa para penari, pemain pencak, dan pemain kendang lah yang kehadirannya begitu vital.
"Padahal peniup terompet perannya besar. Semoga dengan penghargaan ini mereka bisa tetap eksis. Ini yang akan terus kami pelihara," tutur dia.

Penggagas ide pembuatan rekor MURI Yoyon Darsono mengaku bangga dengan torehan prestasi ini. Dirinya ingin rekor MURI menjadi kado untuk Kabupaten Bandung yang memperingati hari jadinya ke 376.
"Saya dan para penggiat seni lainnya akan terus melakukan inovasi mengangkat budaya Sunda Kabupaten Bandung ke kancah yang lebih tinggi. Alhamdulillah kami berhasil mencetak rekor baru," ungkapnya.

Kamis, 02 November 2017

Kurma Ternyata Bisa Tumbuh di Area Perbukitan

(foto: Sultan Rustana, petani yang mengembangkan buah kurma diarea perbukitan/ dok penulis)
Siapa yang tak kenal dengan kurma. Salah satu jenis buah-buahan yang berasal dari kawasan timur tengah itu biasa dikonsumsi sebagai menu takjil untuk berbuka puasa sesuai dengan tradisi umat muslim usai menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Selain manis, kurma yang sering menjadi buah tangan ketika para jemaah haji melakukan ibadah ke tanah suci juga sangat multiguna. Karena dapat berfungsi untuk meregulasi proses pencernaan tubuh seiring dengan kandungan yang ada didalamnya seperti vitamin, mineral, dan serat.

Namun tahukah bila pohon kurma yang belakangan hanya diketahui oleh masyarakat umum dapat tumbuh di daerah bersuhu kering tapi rupanya bisa dikembangkan pula diarea perbukitan beriklim tropis.

Seperti halnya yang kini dilakukan salah seorang petani Kampung Gambung, RT03/02, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Sultan Rustana, 64. Dirinya telah 4 tahun mengembangkan buah kurma di lahan seluas 1.400 meter persegi bahkan kini memiliki sekitar 100 pohon siap panen.

Sultan mengaku sedikit terkejut bila biji kurma yang sempat dilemparkan ke halaman (pekarangan) yang tak jauh dari rumahnya itu malah tumbuh menjadi pohon kurma. Pria yang berlatar belakang sebagai kontraktor itu pun kemudian mencari informasi untuk mengembangkan pohon kurma.

"Waktu saya bersihkan kebun saat itu, liat di pot ada biji kurma yang saya lempar ternyata sudah ada akarnya. Saya lalu coba tanam di lahan pinggir rumah," ujarnya kepada penulis.

Awalnya, tutur Sultan, biji kurma yang ditanam secara sengaja malah sempat gagal berbeda dengan beberapa biji yang dilemparkan sebelumnya. Menurut dia, dari 100 biji yang ditanam kala itu hanya dua bibit saja yang berakar.

Dirinya pun terus berfikir sekaligus mencari informasi selengkap mungkin terkait proses penanaman biji kurma agar bisa menghasilkan.

"Katanya sebelum ditanam biji harus direndam pakai air hangat selama seminggu. Setelah itu pakai obat pemacu tumbuhan dan dibungkus kain basah," tuturnya.

Upaya Sultan pun perlahan membuahkan hasil. Akar dari biji kurma yang ditanamnya mulai mengeluarkan akar bahkan kini pohon kurma yang paling tua dilahannya sudah berusia empat tahun.

Meski belum banyak pohon yang menghasilkan buah mamun sejumlah konsumen yang datang kekebunnya sudah memesan dengan harga antara Rp300.000 hingga Rp3juta sesuai tinggi dan umur pohon.

"Tinggal menunggu beberapa tahun lagi untuk panen. Kalau pembeli berasal dari Jakarta, Bogor, Jambi, serta Surabaya,"

Buah kurma yang dihasilkan dilahannya, diakui Sultan, memang sedikit berbeda dengan kurma yang berasal dari Timur Tengah. Dari segi bentuk, kurma yang dikembangkannya cenderung lebih kecil, dengan tesktur sama namun dari rasa lebih manis.

Terkait perawatannya, kata dia, tidak terlalu sulit bila dibandingkan dengan pohon atau tanaman sejenisnya karena tidak perlu menggunakan pupuk hanya saja dalam proses pembibitan hingga tumbuh harus sering diberikan air.

"Memang masih terlihat aneh sih karena kurma bisa tumbuh diarea dingin tapi memang bisa kok dan ini buktinya," ucapnya.

Unik, Ujang Ciptakan Patung Berukuran 3 Milimeter

(foto: Ujang Sopian/ dok penulis)
Bila membahas tentang inovasi dalam menciptakan hal baru sudah pasti erat kaitannya dengan kelihaian dalam berkreatifitas. Itu pula yang tergambar dari sosok Ujang Sopian, 48.

Warga Kampung Babakan Situ RT04/08, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung itu telah hampir 10 tahun menekuni bidang seni ukir. Yang berbeda Ujang membuat patung mini berukuran hanya 3 milimeter.

Patung mini tersebut jika diukur hanya sebesar satu biji beras lokal. Bahkan detailnya pun tidak dapat dilihat secara kasat mata karena harus menggunakan kaca pembesar.

Saat berbincang dengan penulis, kang Ujang sapaan akrabnya menuturkan, awal mula dirinya membuat patung berukuran kecil hanya iseng untuk mencari variasi dalam menciptakan sebuah karya.

"Di tahun 1999 awalnya saya coba-coba membuat patung mini. Akhirnya bisa dan dari situ terus mencoba hingga saat ini," katanya.

Meski membuat patung berukuran ekstra kecil dianggap tak lazim namun Ujang mengaku menciptakan patung itu  merupakan tantangan terbesarnya. Sebab, kecermatan dan keuletan dibutuhkan untuk menghasilkan satu buah karya.

"Belum lagi, waktu yang dibutuhkan untuk membuat pun tidak sebentar karena perlu kesabaran dan harus dalam kondisi mood kita baik. Kalau mood lagi enak ya lancar tapi jika engga harus diem dulu," tutur dia.

Bahan dasar yang digunakan untuk membuat patung mini, lanjut Ujang, berasal dari kayu yang kepadatannya bagus seperti kayu jenis senokeling, mahoni dan cendana. Karena, jika menggunakan kayu yang secara tekstur tidak padat maka saat membuat patung akan gampang rapuh.

(foto: hasil karya Ujang Sopian/ dok penulis)
"Untuk alat-alat saya gunakan alat biasa seperti pinset, silet, pisau kecil, kaca pembesar, dan lidi agar patungnya bisa berdiri setelah dibuat," kata pria yang sudah gemar menggambar sejak duduk di bangku SD itu

Dia menjelaskan, berbagai bentuk variasi patung ukuran mini hingga besar juga ikut diciptakannya. Namun dari sekian banyak hasil karya yang ada patung minilah yang di isimewakannya.

Harga patung mini diakui Ujang tidak dibanderol khusus akan tetapi bila ada konsumen yang datang dan tertarik baru dirinya menjual. Itu pun dengan harga seikhlasnya.

"Banyak sih model-model patungnya, dari bentuk orang sampai binatang. Kalau patung mini sejak awal hingga saat ini mungkin sudah saya buat lebih dari 1.000 buah," ungkapnya.

Ayah dari dua orang putra itu juga mengaku dalam memulai karirnya bukan tanpa kendala. Apalagi pertama kali terjun kesektor ini dengan tidak memiliki pengalaman apapun termasuk background seorang seniman seperti pada umumnya.

"Semua (cara membuat patung) saya dapatkan secara otodidak kok. Saya juga sempat menciptakan beberapa hasil karya hingga bisa di jual ke eropa, bekerja sama dengan orang Belgia. Tapi saat itu gagal karena sempat tertipu makanya saya nekad membuka usaha sendiri," tandasnya.

1.000 Kampung Kreatif Segera Hadir di Kabupaten Bandung

(logo: net)
Menata wilayah agar memiliki daya tarik sekaligus untuk meningkatkan skill masyarakatnya saat ini tengah menjadi program Pemerintah Kabupaten Bandung. 

Untuk merealisikan hal tersebut sebanyak 1.000 kampung yang tersebar di 31 kecamatan dan 270 desa dan 10 kelurahan didaerahnya bakal segera diubah menjadi kampung kreatif secara bertahap.

Pembentukan kampung kreatif sendiri dibeberapa kota/ kabupaten di Indonesia memang menjadi salah satu langkah agar mendorong pengembangkan potensi daerah berawal dari lingkungan terkecil. Kehadiran kampung kreatif pun dinilai dapat memberi hal positif terhadap peningkatan kemampuan warganya.

Kepada penulis, Bupati Bandung Dadang M Naser menjelaskan 1.000 kampung kreatif dengan konsep tematik itu hadir untuk mendorong perekonomian rakyat diwilayahnya. Dia berharap program yang kini tengah masuk dalam pembuatan desain daerah yang dipimpinnya bisa lebih tertata.

Dadang mengatakan dengan hadirnya 1.000 kampung kreatif visi Kabupaten Bandung menarik wisatawan berkunjung dapat terdongkrak . Apalagi, daerahnya telah dikenal sebagai surga objek wisata alam. "Kini kami tengah persiapkan rencana untuk pembangunan kota berbasis kampung itu," ujarnya.

Menurut Dadang, dengan berbagai banyak potensi yang dapat digali tentu memberikan peluang besar bagi pemerintah mendapat income lebih besar. Termasuk mendorong dan meningkatkan kesejahteraan warganya. 

"Kami ingin tak hanya wisata alamnya saja yang dikenal dari Kabupaten Bandung, tapi wisata belanja, kemudian wisata budayanya yang telah lama melekat di Kabupaten Bandung," ungkap dia. 

Kampung Mekarlaksana Jadi Percontohan Kampung KB
 
Memasuki tahun 2017 ini ada sebuah kampung di Kabupaten Bandung yang menjadi pilot project (percontohan) nasional sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB).  Kampung itu adalah Kampung Mekarlaksan yang berada di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg.

Ketua Pusat Pelayanan Terhadap Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung Kurnia Naser mengatakan, tahun ini ada 62 lokasi yang berada di 31 kecamatan akan menjadi target pembentukan Kampung KB yang salah satu diantaranya dikawasan Nagreg untuk pilot project. 

Pembentukan kampung tersebut, lanjut dia, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di level terendah. Pihaknya ingin lebih memprioritaskan pembentukan kampung KB di wilayah dengan kriteria daerah miskin, padat penduduk, kumuh, dan di perbatasan. 

"Kami juga ingin mewujudkan keluarga kecil berkualitas dengan semangat sabilulungan dan kemandirian yang tentu sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)," katanya.

Rabu, 01 November 2017

29 Daerah Bakal Mereplikasi Aplikasi Milik Kota Bandung

(foto: dok. Humas Pemkot Bandung)
Sebanyak 29 daerah yang tersebar di Jawa Barat (Jabar), Banten, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam waktu dekat akan mereplikasi beberapa layanan aplikasi milik Kota Bandung.

Daerah yang kini dipimpin Ridwan Kamil dan Oded M Danial itu dinilai memiliki beberapa sistem berupa aplikasi yang sejalan dengan tugas KPK. Salah satu diantaranya berfungsi untuk mencegah serta memberantas praktik korupsi.

Usai penandatanganan MoU, Ridwan mengatakan, bila KPK merekomendasikan agar inovasi smart city Kota Bandung bisa direplikasi oleh kota/kabupaten lain di Indonesia.

"KPK telah memberikan apresiasi kepada Kota Bandung. Tugas KPK itu kan tidak hanya di penindakan tetapi juga di pencegahan,” ungkapnya.

Sesusai dengan kesepakatan bersama, lanjut dia, aplikasi yang akan direplikasi oleh 29 daerah antara lain Hayu!, e-Remunerasi Kinerja (e-RK), dan Sabilulungan.

"Untuk, aplikasi Hayu! merupakan media untuk mengajukan perijinan usaha dengan modal di atas Rp500 juta secara online," katanya.

Lelaki yang akrab disapa Emil itu menjelaskan, melalui aplikasi yang tinggal mengunduh calon pengusaha tidak perlu datang ke kantor pemerintah untuk mengurus berbagai perijinan.

"Karena prosesnya bisa dilakukan secara online sehingga bisa mencegah pertemuan," ucapnya.

Emil menambahkan, aplikasi lainnya yaitu e-RK. Aplikasi tersebut adalah perangkat lunak untuk memantau kinerja aparatur pemerintah.

"Dengan aplikasi itu pimpinan SKPD bisa memastikan para ASN bekerja sesuai tugasnya. Kami berhasil punya sistem memastikan orang bekerja efisien," kata dia.

Aplikasi selanjutnya Sabilulungan, lanjut dia, untuk memfasilitasi hibah dan bantuan sosial (bansos). Melalui aplikasi tersebut, pemohon hibah bisa melakukan pengajuan dana sekaligus melacak proses pengajuannya.

"Dengan aplikasi itu (Sabilulungan) proses pemberian dana hibah tentu transparan," jelasnya.

(foto: dok. Humas Pemkot Bandung)
Ditempat yang sama, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengamini adanya rekomendasi agar beberpa kota/kabupaten merujuk konsep smart city seperti yang diterapkan Bandung.

"Tujuannya agar sistem yang selama ini manual dan mengandalkan manusia bisa dialihkan ke teknologi," katanya.

Laode mengapresiasi Pemerintah Kota Bandung yang bersedia membukakan pintu bagi KPK dan pemerintah kota/kabupaten di Indonesia memiliki sistem yang serupa dengan Bandung. Aplikasi itu juga akan direplikasi KPK untuk kemudian dipakai oleh pemerintah daerah lain.

“Karena kami melihat aplikasi itu bisa mencegah dan memberantas korupsi jika dipergunakan dengan baik,” katanya.

Inilah Sosok Pertama Yang Mengembangkan Batik Cimahi

(foto: Ria Triwanto/ dok penulis)
Pernah mendengar batik asli Cimahi salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Barat? bila iya mungkin tak banyak yang tahu bila ada sosok yang pertama kali mengembangkan busana tersebut hingga akhirnya populer.

Ria Triwanto, 49, adalah orang itu. Bahkan, atas pencapaian dan kontribusinya Pemkot Cimahi memberikan piagam penghargaan bagi Ria sebagai pengusaha yang pertama kali mengembangkan dan memperkenalkan batik Cimahi.

Kepada penulis, Ria bercerita bila awal karirnya dimulai pada tahun 2009 lalu. Kecintaannya dibidang fashion memantapkan hatinya untuk terjun membuka usaha. Alasannya, memilih mengembangkan busana batik karena memiliki nilai tinggi serta merupakan salah satu identitas negeri sendiri.

Ria yang telah lebih dari 20 tahun menetap di Cimahi itu tak menyangka jikalau design yang dibuatnya sesuai dengan identitas Kota Cimahi yakni motif Kujang, Ciawitali, Curug Cimahi, Pusdik (motif militer) serta yang paling dikenal adalah daun singkong.

Kendati masih berbentuk 'home industri' pesanan dari beberapa kota, serta luar pulau pun ternyata mengalir deras padanya. "Mulai dari konsumen yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, hingga Irian jaya pernah memesan batik khas Cimahi," ujar lulusan STT Tekstil Kota Bandung Jurusan Kimia tahun 1990 itu.

Disatu sisi, Ria mengaku tak pernah bermimpi hasil kreasinya berbuah manis seperti sekarang ini. Terlebih dapat membantu suatu daerah dalam mengenalkan identitasnya melalui busana batik.

"Tentunya ini menjadi kebanggaan tersendiri.  Sebetulnya misi saya hanya berharap dapat memberi inspirasi bagi penggiat usaha serta mengaplikasikan hobi dalam berbisnis," tutur Ibu dari 2 anak itu.

Ria optimis dapat tetap bersaing dengan para penggiat usaha lain termasuk sesama pembisnis dibidang fashion. Sebab, membedakan industri yang saat ini dijalankannya punya ciri khas mengusung nuansa Kota Cimahi.

Selain mengembangkan batik khas Cimahi, Ria pun kini mulai membidik strategi lain yakni menerima pesanan pembuatan batik dari para konsumen termasuk beberapa daerah sesuai dengan permintaan kepadanya.

"Sempat ada permintaan dari Pemkab Bandung Barat dan Pemrpov Jabar juga yang menggunakan jasa kami membuat motif batik," tandasnya.

Kawah Rengganis Jadi Objek Wisata Baru di Bandung Selatan

(foto: Kawah Rengganis atau Kawah Cibuni/ dok penulis)
Bandung selatan memang dikenal sebagai kawasan yang memiliki segudang objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Alhasil setiap musim liburan wilayah yang masuk ke Kabupaten Bandung itu selalu diserbu.

Tak hanya wisatawan dalam kota, luar kota, hingga mancanegara yang berniat untuk menghabiskan waktu menikmati pemandangan alam berbondong-bondong memadati sejumah objek wisata alam.

Namun tahukah anda, bila saat ini hadir sebuah objek wisata alam baru yang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir menyedot perhatian. Objek wisata itu adalah Kawah Rengganis atau Kawah Cibuni di Kecamatan Rancabali.

Di objek wisata yang dulunya merupakan situs cagar budaya itu pengunjung bisa mandi air panas dari talang bambu yang ditampung dalam beberapa kolam sederhana. Sambil berendem pengunjung pun dapat menikmati udara segar diantara kepulan asap belerang dan hijaunya hutan Gunung Patuha.

Meski belum dilengkapi dengan fasilitas modern justru kesederhanaan serta suasana alamiah di kawah Rengganis memberikan sensasi berbeda sehingga membawa wisatawan merasakan hal baru ketika berwisata.

Dengan harga tiket masuk sebesar Rp 12.000 per orang, para wisatawan sudah bebas menikmati keajaiban alam yang ada dikawasan kawah yang masih beraroma belerang sangat kuat itu. Keberadaan kawah ini juga tentu menjadi referensi bagi para wisatawan yang akan berlibur.

(foto: Kawah Rengganis atau Kawah Cibuni/ dok penulis)
Juru Kunci Kawah Rengganis/Cibuni Asep Suhendar menuturkan kedatangan para pengunjung selain untuk menikmati alam, tak sedikit juga yang melakukan ziarah. "Disini memang banyak warisan leluhur berupa situs situs. Memang dulu tempat ziarah tapi kini jadi objek wisata begitu dikeola PTPN VIII," ujar Asep.

Dari pengamatan Asep, banyak wisatawan yang mendatangi kawasan Cibuni atau kini dikenal senagi Kawah Rengganis bukan hanya warga lokal. Akan tetapi, dari luar kota hingga mancanegara sempat datang untuk berlibur.

"Seperti turis asal Belanda sempat datang karena penasaran. Tapi memang belum banyak yang kesini seperti ke objek wisata lain bila harus dibandingkan ya seperti kawah putih, atau tempat pemandian lain di Ciwidey," katanya.

Peringati Maulid Nabi, Oded Ajak Umat Muslim Ikuti Jejak Nabi Muhammad SAW

(Wali Kota Bandung Oded M Danial) Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengajak umat muslim mengikuti jeja...