Selasa, 12 Desember 2017

Kota Bandung Siap Beri Tempat Istimewa Untuk Kaum Hawa

(ilustrasi gambar: net)
Pemerintah Kota Bandung berkomitmen akan terus mendorong agar para kaum hawa bisa memiliki ruang untuk berkiprah diwilayahnya. Perempuan juga tidak akan diberi batasan untuk mendapatkan hak sosial, ekonomi, hingga politik.

Dalam rilis yang diterima, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan sebagai bukti bila kaum hawa mendapatkan tempat istimewa itu seiring dengan keterisian perjabat perempuan didaerah yang dipimpinnya mencapai 38%.
"Dari data itu Kota Bandung membuktikan kepedulian terhadap hak mereka (perempuan). Bahkan telah melampau target dari pemerintah pusat yang menetapkan minimal 30% untuk memberdayakan kaum hawa," ujar Ridwan.

Lelaki yang akrab disapa Emil itu menambahkan Pemerintah Kota Bandung yang kini sangat konsen terhadap perempuan juga telah membentuk dinas khusus pemberdayaan perempuan.
"Itu dilakukan Supaya keberpihakan dan kualitas hidup para perempuan ini tidak ada bedanya dengan para lelaki," ujarnya.

Selain itu, lanjut Emil, saat ini berdasarkan data yang dihimpun jajarannya jika perlindungan terhadap kesehatan ibu dan anak khususnya di Kota Bandung sudah mengalami kemajuan. Angka kematian ibu dan anak turun sekitar 30%.

"Perempuan juga didorong untuk sering bersilaturahmi melalui komunitas agar semakin bisa mengaktualisasikan diri ke dalam berbagai hal. Pernah saya survey kebahagiaan warga itu kalau silaturahim," ungkapnya.

Emil menjelaskan, tahun ini pemerintah menggulirkan program Kredit Bagja untuk diaktivasi oleh para kader Posyandu dan PKK. Para kader yang sebagian besar perempuan diharapkan bisa ikut meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Jika program itu turut disukseskan oleh semua pihak, masyarakat bisa lebih sejahtera. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita bisa naik. Saat ini IPM ekonominya masih 70, pendidikan sudah keren 90, kesehatan 80," tandasnya.

Minggu, 10 Desember 2017

Lima Kelurahan di Kota Bandung Raih Predikat Bebas BAB Sembarangan

(foto: dok Humas Pemkot Bandung)
Kota Bandung rupanya bukan hanya semakin maju dari segi tatanan kota namun juga terus melakukan pembinaan dari hal kesehatan lingkungan. Hal itu seiring dengan adanya 5 Kelurahan diibukota Jawa Barat itu yang meraih predikat Open Defection Free (ODF).

Kategori dibidang kesehatan diberikan lantaran kelima wilayah yang meliputi  Kelurahan Rancanumpang, Cihapit, Ciateul, Paledang dan Manjahlega mampu menjaga lingkungan serta masyarakatnya untuk tidak buang air besar sembarangan.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengapresiasi pencapaian tersebut. Dirinya berharap kelima kelurahan itu dapat menjadi contoh untuk kelurahan lain didaerah yang dipimpinnnya itu.

“Intinya sebagai manusia harus hidup sehat dan peduli terhadap lingkungan termasuk buang air besar. Hal itu merupakan yang terpenting agar kita menjalani kehidupan sehari hari lebih baik," katanya usai memberikan penghargaan.

Menurut Oded, pemberian predikat ODF ini menandakan bila masyarakatnya telah sadar dengan aktifitasnya membuang air besar di jamban sehat yang tidak mencemari lingkungan.

“Sanitasi Kota Bandung sampai saat ini terus meningkat. Dimana sejak tahun 2015 hanya satu kelurahan saja di Rancanumpang yang 100 persen ODF. Namun bersama sama meningkatkan keberhasilan maka di tahun ini sudah 5 kelurahan yang mencapai 100 persen,” terangnya.

Lelaki yang akrab disapa Mang Oded itu juga ingin memberikan motivasi untuk kelurahan yang belum mencapai target agar lebih baik lagi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dirinya menargetkan, untuk tahun 2019 akses sanitasi di Kota Bandung harus 100%.

"Target itu harus tercapai, pergunakan seluruh potensi yang ada di kewilayah baik penganggaran maupun sumber daya masyarakatnya," tutur Oded.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengajak kepada seluruh masyarakat, aparat kewilayah maupun unsur SKPD agar merubah perilaku sanitasi secara sistem pemicuan. Yang dimaksud dengan sistem pemicuan adalah tata cara atau tips agar lingkungan menjadi bersih.

“Terdapat lima pilar agar sanitasi hadir di lingkungan, diantaranya tidak buang air besar di sembarang tempat, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, mengolah minum dan makanan yang aman, mengolah sampah dengan baik dan mengolah air limbah rumah tangga yang aman,” tuturnya.

Dirinya yakin jika beberapa tahun kedepan seluruh wilayah di Kota Bandung bisa mencapai ODF dengan mengedepankan lima pilar tersebut. Pihaknya juga akan memaksimalkan beberapa program untuk meningkatkannya.

"Salah satu upaya untuk menjadikan wilayah 100 ODF yaitu dengan sosialisasi dan memberikan edukasi di setiap wilayah. Seluruh kecamatan, kelompok kerja, lintas sektor, pelatihan wirausaha. Unsur tersebut terus di edukasi agar lingkungan menjadi lebih bersih,"pungkasnya.

Sabtu, 09 Desember 2017

Mahasiswa ITENAS Bandung Lahirkan Mobil Listrik Masa Depan

(foto: dok. Humas Pemkot Bandung)
Sebuah karya anak bangsa lahir di Kota Bandung. Kali ini para mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITENAS) yang berhasil mengukirnya dengan merancang mobil listrik masa depan bernama EVHERO.

Informasi yang diterima penulis, kendaraan roda empat berjenis crossover itu menelan biaya riset dan pengembangan Rp 1 miliar dari Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan salah satu perusahaan mobil listrik.

Peluncuran kendaraan yang dinilai ramah lingkungan itu langsung diresmikan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Rektor Itenas Imam Aschuri serta Head of Research Team Tarsisius Kristyadi di Kampus Institut Teknologi Nasional (ITENAS), Rabu (15/11/2017) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan menyampaikan, dengan hadirnya kendaraan ini membuktikan bahwa anak bangsa bisa berinovasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

"Dengan bahan bakar yang ramah lingkungan, dan berkapasitas lima orang ini membuktikan bahwa mahasiswa itu bisa menciptakan dan sudah siap menghadapi jaman dan teknologi yang baru," ujarnya.

Menurut dia, inovasi anak bangsa ini juga sudah seharusnya mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Pasalnya, dengan lahirnya kendaraan berbasis listrik lingkungan pun menjadi lebih bersih.

Menurut Head Of Research Team Itenas Tarsisius Kristyadi, EVHERO merupakan tipe kendaraan yang telah sesuai dengan kondisi alamiah di Indonesia yang berbatu, dan berkelok.

"Jadi mobil listrik ini khusus di desain untuk orang yang menggemari adventure tetapi ingin tetap gaya di kota, sehingga ini bisa melintas kemanapun,"jelas Tarsisius.

Dia menambahkan, EVHERO memiliki kecepatan maksimal 70 km/jam dengan kekuatan daya listrik selama 2 jam. Dirinya juga menjamin bahwa kendaraan listrik ini tidak akan konslet saat terkena air.

"Karena didalam komponen listrik tersebut di cover dan dilindungi supaya tidak konslet jika terkena air. Kelebihan mobil ini selain dalam hal lingkungan maupun bahan bakar, usia baterainya pun bisa sampai 25 tahun,” tandasnya.

Minggu, 05 November 2017

Berwisata Sambil Sembuhkan Penyakit di Cibolang

(foto: Pemandian air panas Cibolang di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung/ dok penulis)
Mau berlibur sekaligus mendapatkan manfaat? pemandian air panas Cibolang yang berada di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, layak penulis rekomendasikan untuk menjadi pilihan para wisatawan berlibur di akhir pekan.

Dari informasi yang didapatkan, sumber air panas di kolam pemandian Cibolang berasal dari Gunung Wayang Windu dengan tingkat panas 43 derajat. Sebelum mengalir menuju kolam pemandian tingkat kepanasannya sekitar 64 derajat.

Tak heran, bila air panas di tempat ini mengandung ph 7,8. Dengan kandungan tersebut kolam pemandian ini tentu bisa menjadi terapi berbagai penyakit. Seperti penyakit kulit, rematik, encok, asam urat dan lainnya.

Perjalanan menuju objek wisata pemandian air panas ini pun terbilang cukup menyenangkan. Sepanjang perjalanan, hamparan kebun teh dibawah pengelolaan PTPN VIII Malabar nampak menyejukan mata.

Tak hanya itu secara geografis pemandian air panas yang dan berbatasan dengan Gunung Wayang Windu ikut menghadirkan sensasi berbeda sehingga tak heran setiap pengunjung yang datang ke tempat ini disuguhi hijaunya pepohonan dan semilir angin yang secara langsung terasa saat berendam.

Humas Pemandian Air Panas Cibolang Zenal Arifin mengatakan, pemandian air panas Cibolang ini, didirikan dan diresmikan pada 1985 lalu. Sebelum dibangun dan dikembangkan seperti ini, Cibolang hanya sebuah pancuran-pancuran tempat mandi warga sekitar.

Selain menikmati air panas, tambah Zaenal, para pengunjung ditempat ini pun bisa melihat kepulan asap yang keluar dari perut bumi. Namun, untuk bisa melihat langsung keajaiban alam ini, pengunjung harus berjalan kaki ke dalam hutan Gunung Wayang Windu sejauh kurang lebih 750 meter.

“Kepulan asap kawah yang menjadi daya tarik pengunjung itu, dikenal oleh warga sekitar dengan nama Kawah Burung, burung dalam Bahasa Sunda artinya tidak jadi. Artinya, Kawah Burung, adalah kawah yang tidak jadi,” tuturnya.

Seorang wisatawan Yuli Fajar, 30, mengaku berwisata ke pemandian air panas Cibolang memberikan pengalaman yang berbeda. Meskipun akses jalannya kurang bagus, tapi semua terbayar lunas setelah tiba dilokasi yang sejuk dan asri.

“Rasanya semua penat hilang seketika. Di tempat ini pengunjung dimanjakan dengan tiga kolam rendam air panas untuk anak-anak dan orang dewasa. Air panas di kolam ini berasal dari delapan sumber mata air dari Gunung Wayang Windu, kolamnya juga bisa jadi terapi,” ungkapnya.

Berkreasi Dengan Memanfaatkan Limbah Koran

(foto: Kurdaman/ dok penulis)
Tak ada rotan akar pun jadi. Itulah mungkin pribahasa yang melatar belakangi Kurdaman, 54, warga Kampung Neglasari, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, membuat kerajinan berbahan dasar limbah koran.

Mulai dari tempat tisu, assesoris lampu, celengan, miniatur menara, hingga bangunan menyerupai gedung sate yang merupakan simbol Jawa Barat menjadi kreasi dari hasil kelihaian tangannya.

Bahkan, belum lama ini ayah dari dua orang putri itu menyabet juara pertama dalam kategori 'Pembuatan Kerajinan Berbahan Dasar Limbah' seiring dengan karyanya membuat tempat lampu pijar berbahan dasar bekas bungkus rokok.

Event yang digelar oleh salah satu perusaahan rokok terkemuka di Indonesia itu tentunya menambah deretan panjang penghargaan yang diterima Kurdaman setelah sebelumnya selalu mendapat apresiasi dari pemerintah setempat.

Pemanfaatan limbah kertas yang dikembangkan Kurdaman yang sudah berjalan selama 7 tahun sejak 2010 lalu itu rupanya ikut membuat pesanan dari dalam maupun luar kota terus mengalir. Mulai dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan beberapa daerah lain seiring dengan keikutsertaannya di event pameran.

Pria kelahiran Indramayu itu juga kerap kewalahan ketika orderan tinggi karena tidak memiliki pekerja tetap. "Untuk saat ini saya membuat berbagai kerajinan (limbah koran) itu dibantu oleh para pelajar dan warga sekitar. Mereka ikut merangkai kertas yang terlebih dulu dilinting," ujarnya.

Tujuan dirinya mengikutsertakan masyarakat dalam usahanya itu sebagai upaya sosialisasi agar limbah yang dianggap tidak memiliki fungsi pada dasarnya jika diolah dengan baik dapat menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Kurdaman juga ingin  ikut memberikan peluang mendapatkan penghasilan tambahan ketika seseorang punya kreatifitas. Untuk satu kilo koran seharga Rp3.000, dirinya dapat membuat 1 bentuk jenis kerajinan.

"Untuk harga saya mematok antara Rp25.000 hingga Rp50.000. Mulai dari tempat tisu, assesoris lampu, celengan, serta miniatur menara," ungkapnya.

Ketika ditanya dari mana datangnya ide pembuatan kerajinan dari limbah koran ini, Maman sapaan akrabnya mengaku awal mula datang dari warga serta permasalahan lingkungan sekitarnya.

Meski dirinya harus memutar otak tetapi secara bertahap akhirnya pengembangan ekonomi kreatif dengan menyulap limbah kertas koran menjadi aneka kerajinan dapat diwujudkan.

"Saya juga saat ini mencoba mengubah mindset masyarakat dengan intensif memberikan pelatihan terhadap masyarakat, para ibu PKK, serta sejumlah Karangtaruna,"tuturnya..

Alumnus Diploma 3 Akademi Teknologi Mandala (ATM) Bandung tahun 1987 itu juga kini tengah mencoba memanfaatkan limbah lain yaitu kayu untuk kembali dibentuk menjadi sebuah kerajinan tangan seperti miniatur hewan, dan wayang.

Dia juga berharap kedepan langkah yang dilakukannya ini dapat memberikan hasil nyata yaitu sebuah penyadaran betapa pentingnya peran serta masyarakat menjaga lingkungan.

"Kalau keuntungan material itu relatif dari bisnis ini saya mendapatkan keuntungan sekitar Rp5 juta perbulan. Tapi manfaat lainnya semoga saja dapat menuntaskan persoalan sampah," ucapnya.

Sabtu, 04 November 2017

Lucu, Ada Tempat Pembuangan Sampah "Pink" di Bandung

(foto: Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berwarna serba pink atau merah jambu berada di Jalan Raya Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung/ dok penulis)
Berbagai cara kini tengah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengedukasi masyarakat agar mau ikut serta menjaga lingkungannya dari pencemaran.

Salah satu diantaranya dengan menghadirkan 'Pojok Edukasi' di Jalan Raya Katapang, Kecamatan Katapang, sejak awal tahun 2017 dengan memanfaatkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dilokasi itu.

Uniknya pemerintah setempat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang ditunjuk sebagai penanggungjawab di sektor kebersihan membuat terobosan baru agar kampanye bersih sampah di ibukota Soreang itu bisa terwujud.

Seperti dengan cara memvariasikan warna merah muda atau pink yang melekat kuat dengan kaum hawa di "Pojok Edukasi".

Selain itu, truk yang dijadikan sebagai tempat penampungan sampah pun dipoles dengan warna merah muda sebagai ajakan agar masyarakat dapat mencintai tempat pembuangan sampahnya.

Sebagai upaya memelihara TPS instansi terkait juga ikut melengkapi area tersebut dengan taman kecil dihiasi dengan sejumlah pot pot bunga sehingga kebersihan di kawasan itu terjaga.

Kepala DLHK Kabupaten Bandung Asep Kusuma berharap dengan hadirnya pojok edukasi di salah satu ruas jalan protokol itu sebagai program instansinya yang telah berkomitmen menhaga kebersihan.

"Kami juga ingin mengubah mindset masyarakat soal keberadaan TPS yang semerawut dan tidak tertata akibat tumpukan sampah," ujar Asep kepada penulis.

Menurut Asep, pojok edukasi yang baru ada di satu titik ini juga rencananya akan kembali dikembangkan dibeberapa wilayah lainnya di Kabupaten Bandung. Khususnya di lahan bekas TPS baik itu yang resmi dihadirkan pemerintah atau yang liar.

"Soal warna merah muda, kami sengaja memilih warna itu karena merah muda memiliki arti penuh kasih sayang. Itu salah satu kampanye agar warga mencintai lingkungannya," tutur dia.

Seorang warga Katapang Syamsudin, 32, mengapresiasi kebijakan pemerintah setempat menghadirkan TPS yang saat ini menjadi pojok edukasi bersih sampah didaerahnya. Apalagi, keberadaan nya begitu kreatif dengan memoles lokasi yang sebelumnya TPS liar dengan warna merah muda.

"Sepertinya baru di Kabupaten Bandung punya TPS warna pink. Bagus lah kreatif, semoga bisa terus dikembangkan," katanya

Bakal Ada Taman Baru di Kota Bandung?

(foto: dok Humas Pemkot Bandung)
Kota Bandung dalam waktu dekat akan kembali memiliki taman tematik baru. Taman yang akan dibangun itu adalah Taman Asia Afrika di kawasan Jalan Kiaracondong.

Dari informasi yang diterima penulis, taman tersebut didedikasikan kepada sejarah yang pernah tertorehkan Indonesia pada tahun 1955.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, hadirnya ruang terbuka hijau baru itu merupakan permintaan dari negara-negara Asia dan Afrika. Bandung menurutnya, perlu memiliki tempat yang merepresentasikan sejarah Konferensi Asia Afrika selain Gedung Merdeka.

"Saya putuskan taman itu bukan sekadar taman dan hutan kota, tapi punya tema sejarah namanya Taman Asia Afrika," tutur Ridwan saat melakukan peletakan batu pertama pembuatan Taman Asia Afrika di Jalan Kiaracondong.

Taman tersebut akan dibangun seluas 2,6 hektar. Luasan tersebut merupakan kewajiban pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di atas lahan seluas 13 hektar milik Pemerintah Kota Bandung yang akan dibangun kemudian hari.

Pembangunan RTH tersebut didahulukan agar manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat. Adapun pengerjaan taman tersebut diperkirakan akan memakan waktu 5-6 bulan.

"Sesuai janji saya dulu, bahwa penataan kawasan Kiaracondong ini kita mendahulukan hutan kota dan taman kota dengan temanya Taman Asia Afrika. Janji itu sampai di hari ini," katanya.

(foto: dok Humas Pemkot Bandung)
Di taman tersebut, selain akan menjadi ruang rekreasi dan edukasi, ada juga fungsi untuk penahan banjir. "Jadi tidak hanya estetika tapi untuk memastikan menjadi serapan saat hujan, jadi saluran-saluran kita arahkan dengan teknologi filter air," jelasnya.
Lelaki yang akrab disapa Emil itu menjelaskan, pembangunan infrastruktur di lokasi tersebut dilakukan oleh pihak swasta dengan mekanisme kerja sama investasi
"Diharapkan ini akan lebih fair. Income buat pemkot-nya insya Allah lebih besar. Sudah dicek ke BPKP untuk asas keadilannya, saya kira ini akan luar biasa," terangnya.

Pengelolaan sisa lahan di Jalan Kiaracondong itu juga akan langsung dikerjasamakan dengan PT. BII. Berbagai infrastruktur akan dibangun, bentuknya bisa berupa zona ekonomi atau hunian, sesuai dengan kebutuhan.

"Kalau hunian, dari 100%, ada 20% harus untuk pasar menengah bawah. Pasar ini kita dahulukan untuk warga yang pernah tinggal di sini," katanya.

Peringati Maulid Nabi, Oded Ajak Umat Muslim Ikuti Jejak Nabi Muhammad SAW

(Wali Kota Bandung Oded M Danial) Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengajak umat muslim mengikuti jeja...