Jumat, 05 Januari 2018

Peternak Kabupaten Bandung Kembangkan Energi Biogas

(foto; dok penulis)
Pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas terus dimaksimalkan oleh para petani di Kabupaten Bandung atas dukungan pemerintah setempat. Hal tersebut seiring dengan digulirkannya program Desa Mandiri Energi (DME) sejak tahun 2011 di daerah yang memiliki ibukota Soreang itu.

Berdasarkan data yang diterima penulis, terdapat dua desa dikawasan Bandung selatan yang sudah memanfaatkan energi tersebut yakni Desa Pangalengan, di Kecamatan Pangalengan; dan Desa Cisondari, di Kecamatan Pasirjambu. Kini energi terbarukan itu pun telah digunakan sebagai pengganti gas elpiji.

Bahan baku penghasil energi biogas dihasilkan dari 192 ekor sapi. Kotoran sapi yang dihasilkan dari sekitar 3 ekor hingga 4 ekor bisa dimanfaatkan untuk satu unit biodigester dengan kekuatan sekitar 4 kubik dan setara penggunaan biogas untuk 4 jam hingga 5 jam dalam satu harinya.

Untuk memaksimalkan energi terbaruPemkab Bandung memberikan berbagai bantuan seperti 14 biodigester di dua desa yakni Pangalengan dan Cisondari. Selain itu, dilengkapi pula kompor, lampu patromax dan rumah kompos untuk  kelompok ternak sesuai sasaran DME.

Ketua Kelompok Tani dan Ternak Sukamenak Rega Kusmana mengatakan, saat ini pihaknya sudah memiliki 28 unit  biodigester yang sebagiannya bantuan dari pemerintah yang dimanfaatkan kelompok ternak diwilayahnya.

"Sejak 2012 berjalan hingga saat ini, manfaat energi terbarukan itu sangat terasa bagi para peternak yang utamanya bisa mengganti gas elpiji. Hasil pembuangan limbahnya juga bisa untuk pupuk organik yang digunakan petani," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat untuk memanfaatkan teknologi seluri yang merupakan air dari limbah kotoran. Demi mengurangi beban pemerintah dalam subsidi elpiji karena sudah dimanfaatkan lebih dari 20 kepala keluarga.

"Disatu sisi juga menambah pendapatan para peternak dengan memanfaatkan ampas biogas sebagai pupuk organik dan media beternak cacing," tandasnya.

Rabu, 03 Januari 2018

Ingin Ubah Mindset Masyarakat Soal Komunitas Mobil

(foto: Cindy Claudia/ dok penulis)
Seorang wanita menyetir mobil memang sudah biasa. Namun, bila akhirnya memilih untuk bergabung didalam sebuah komunitas yang sejauh ini masih identik dengan para kaum adam bukanlah suatu perkara mudah.

Selain harus beradaptasi juga dituntut bisa berbaur dengan lingkungan yang jauh dari zona nyamannya. Apalagi mengikuti serangkaian kegiatan touring dimana menghabiskan waktu di perjalanan yang seolah melekat didalamnya.

Namun bagi Cindy Claudia, 22, beberapa hal itu lah yang ternyata menarik minatnya untuk masuk menjadi anggota komunitas mobil mewah Bandung Yaris Community (BYCOM). Ini juga selaras dengan kecintainya dibidang otomotif. 

Bahkan, gadis berparas cantik yang kini tengah menjalani pendidikan di Universitas Maranatha Bandung itu didaulat menjadi ketua di komunitas tersebut sejak November tahun 2014. Warga Sukajadi, Kota Bandung ini juga menjadi wakil ketua di Toyota Club Indonesia (TYCI) Chapter Bandung.

Saat berbincang dengan penulis, Cindy mengaku banyak mendapatkan berbagai pengalaman positif setelah bergabung pada tahun 2012 dengan komunitas yang saat ini dipimpinnya. Sebab, bukan sekedar berkumpul dan menikmati sensasi perjalanan tetapi segudang kegiatan sosial juga menjadi agenda rutin

 “Disatu sisi saya juga ingin mengubah mindset masyarakat terkait penilaiannya pada club (komunitas) otomotif yang masih dianggap negatif. Disini saya ingin membuktikan bila penilaian itu salah,” ujar pecinta warna biru itu.

Diusianya yang relatif muda, lebih dari 13 daerah di Indonesia seperti Purwakarta, Sukabumi, Pangandaran, Anyer, Solo, hingga Padang, pernah disinggahi bersama anggota komunitas dalam kurun waktu 3 tahun terakhir sekaligus ditemani dengan mobil kesayangannya.

Walau diakui Cindy untuk mengemudi dengan jarak jauh bukan masalah sepele namun ada sensasi saat tiba di kota tujuan. “Waktu touring ke Padang, rasanya seneng banget, dan seru. Malahan saya fikir itu pengalaman seumur hidup yang ga pernah bakal bisa terulang," ungkap Marketing PT. Pantja Artha Niaga.

Pengoleksi jaket dan pernak pernik hotwells itu juga menuturkan bila hobinya ini bukan tanpa kendala sebab sempat tak mendapat dukungan dari orang tua. Seiring berjalannya waktu Cindy yang bercita-cita ingin menjadi Pengacara itu berhasil membuktikan pilihannya jika hobi tak akan menganggu kesibukannya.

“Saya juga menyarankan agar para kaula muda di luar sana lebih selektif memilih komunitas. Carilah yang bikin nyaman dan bisa dukung passion kita ke arah yang baik. Karena manfaat lain bergabung dengan komunitas itu bikin kita banyak relasi dan belajar banyak hal langsung dari pakarnya,” tandas dia.

Minggu, 31 Desember 2017

Libur Akhir Tahun di Bandung Bisa Nikmati Pekan Budaya India, Lho !

(foto: dok Humas Pemkot Bandung)
Pemerintah India melalui Kedutaan Besar India di Indonesia menggelar pekan budaya negaranya di Kota Bandung mulai Sabtu (30/12) hingga Jumat (5/1) mendatang. Acara itu dilaksanakan untuk memperingati kerjasama bilateral dan persahabatan kedua negara yang telah berlangsung selama 60 tahun.

Pekan Budaya ini akan diisi dengan beragam acara yang tersebar di beberapa tempat. Di Hotel Savoy Homann misalnya akan dilaksanakan Festival Kuliner India. Bergeser ke Gedung De Majestic akan ada Festival Film India yang memutarkan film-film klasik dan bersejarah didatangkan langsung dari India.

Di Gedung Bandung Creative Hub juga akan dijadikan venue pameran foto yang menampilkan perjalanan persahabatan Indonesia dan India. Pameran fotografi ini merupakan upaya sederhana untuk memperingati sejarah, bagaimana Indonesia dan India bersama-sama melalui masa-masa sulit di masa lampau.

Pada malam pergantian tahun 2018, akan ada pula pertunjukan tari dan budaya Bollywood di Jalan Braga Pendek. Istimewanya, panitia menyediakan hadiah doorprize berupa 2 tiket pesawat tujuan India (Pulang-Pergi) bagi pengunjung.

Duta Besar India Pradeep Kumar Rawat mengatakan, Kota Bandung memiliki keistimewaan karena kreativitasnya dan visinya dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang bahagia. Bandung bisa menjadi pintu gerbang ke Indonesia.

"Untuk memulai sesuatu yang bahagia harus datang ke destinasi yang bahagia. Kita harus mencoba dan memilih destinasi kreatif. Bandung memiliki segalanya, kota yang bahagia dan paling kreatif," ungkap Pradeep.

Pradeep juga terkesan atas antusiasme Kota Bandung mempererat hubungan persahabatan dengan negara India. Dirinya mengaku baru kali ini menggelar kegiatan yang sangat komprehensif mempromosikan negaranya di satu acara.

"Sebagai ibukota solidaritas Bandung pun menjadi rumah bagi negara Asia dan Afrika, khususnya India, untuk menyuarakan persaudaraan, kemerdekaan, dan perdamaian di tengah menghangatnya suasana politik internasional," ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan bila gelaran ini merupakan gagasan baru. Dirinya juga berencana akan seterusnya menyiapkan acara dengan konsep tematik dengan menyisipkan budaya.

"Pemkot Bandung ingin merayakan malam pergantian tahun baru dengan semangat solidaritas. Jadi seandainya tahun ini dengan India, nah nanti mungkin tahun depan dengan negara-negara asia afrika yang lain," katanya.

Kamis, 28 Desember 2017

Camat dan Lurah di Kota Bandung Dapat Hadiah Berangkat ke Korea

(foto: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan raport penilaian kepada salah seorang aparat kewilayahan/ dok Humas Pemkot Bandung)
Sebanyak 10 camat dan 10 lurah di Kota Bandung mendapat hadiah istimewa berangkat menuju Korea Selatan. Di negeri ginseng para aparat kewilayahan dari Kota Kembang itu bakal menerima pendidikan dan pelatihan tentang manajemen pemerintahan.

Para camat yang beruntung itu Camat Cinambo, Camat Batununggal, Camat Lengkong, Camat Antapani, Camat Panyileukan, Camat Cidadap, Camat Cibeunying Kaler,Camat Sukajadi, Camat Coblong, dan Camat Bojongloa Kidul.

Sementara untuk lurah diantaranya Lurah Sukabungah, Lurah Pajajaran, Lurah Sukamiskin, Lurah Cisaranten Wetan, Lurah Lebak Siliwangi, Lurah Babakan, Lurah Pasir Biru, Lurah Sukamulya, Lurah Malabar, dan Lurah Cipedes.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan bila para camat dan lurah yang berada diwilayahnya memiliki tugas dan tanggung jawab yang tidak kalah berat dengannya sebagai pemimpin daerah.
"Mereka (camat dan lurah) ibarat wali kota kecil diwilayahnya masing-masing. Hampir 100 kewenangan seorang kepala daerah, saya delegasikan kepada mereka dengan mengedepankan prinsip desentralisasi," ujar Ridwan.

Dengan prinsip desentralisasi itu, lanjut Ridwan, camat memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan yang diperlukan untuk menjaga wilayahnya tetap aman dan kondusif sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
"Yang saya titipkan kepada para pemimpin kewilayahan agar terus menjaga situasi tetap normal, kotanya tetap bersih, tertib, selain itu berbagai pelayanan untuk masyarakat tidak ada keluhan (zero komplain)," tuturnya.
Lelaki yang akrab disapa Emil itu melihat bila para camat dan lurah telah menerjemakhkan instruksi tersebut ke dalam berbagai program inovatif, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
"Secara administratif pun mereka banyak melakukan kemajuan yang signifikan.
Oleh karena itu, pemerintah memberi apresiasi atas kinerja lurah camat atas dedikasinya. Secara penilaian melebihi standar minimal yakni 86.67%," katanya.
Emil menambahkan, ke-20 camat dan lurah menerima kesempatan pendidikan dan pelatihan tentang manajemen pemerintahan di Korea Selatan tahun depan. Negara itu dipilih karena merupakan salah satu negara yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung.

"Setiap tahun kita memberikan raport kepada 10 camat terbaik dan 10 lurah terbaik. Hadiahnya akan dikirim ke Korea Selatan untuk sekolah dan kursus tentang manajemen pemerintahan," tandas Emil.

Rabu, 27 Desember 2017

Berkat ASTRA, Kampung Menger yang Kumuh Kini Lebih Tertata

#KAMPUNG BERSERI ASTRA

(PT Astra Internasional Tbk (ASTRA) menjadikan Kampung Menger Girang, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, Kota Bandung sebagai Kampung Berseri Astra (KBA)/ dok penulis)
Tak pernah terbayangkan oleh warga Kampung Menger Girang, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, Kota Bandung, bila daerahnya ternyata bisa berubah menjadi lebih tertata. Pasalnya, sebelum mendapatkan bantuan dari PT Astra Internasional Tbk (ASTRA) kawasan tersebut masih dalam kondisi kumuh, dan sangat gersang.

Proses perubahan itu dimulai sejak adanya pemberian Corporate Social Responsibility (CSR) dari ASTRA pada tahun 2015 melalui program Kampung Berseri Astra (KBA). Daerah berpenduduk lebih dari 4.000 jiwa itu pun kini perlahan mulai bermertamorfosis menjadi kampung percontohan dalam hal penataan lingkungan.

Saat penulis menyambangi lokasi, nuansa hijau dan sejuk memang sudah terasa. Yang patut diacungi jempol, kondisi bersih nyaris tanpa ada sampah berserakan terlihat di kampung yang memiliki luas dua hektar itu. Hampir di setiap sudut rumah warga dan pekarangan juga dihiasi berbagai tanaman serta ragam jenis pepohonan.

Pantauan dilapangan, adapula sebuah alat pengolah sampah disediakan oleh perusahaan otomotif terkemuka itu agar masyarakat ikut serta memelihara lingkungannya. Selain itu, ada kegiatan pembelajaran non formal yang rutin dilaksanakan di kampung tersebut untuk anak usia dini hingga para generasi muda yang kini tengah duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ketua RW setempat Dodo Arifin bercerita bila perubahan diwilayahnya saat ini berkat adanya CSR dari ASTRA pada tahun 2015. Kala itu Kampung Menger Girang menjadi satu dari beberapa daerah di Indonesia yang menjadi titik atau sasaran program KBA di Indonesia setelah pihaknya melakukan pengajuan.

"Alhamdulillah kampung ini jadi sasaran lokasi KBA. Di Jawa Barat mungkin disini (Bandung) jadi yang pertama makanya jadi percontohan. Dulu Kampung Menger agak kumuh dan gersang," ujar Dodo saat berbincang dikediamannya.

Dalam kesempatan tersebut, Dodo yang mewakili warga ikut berterima kasih atas bantuan tersebut. Terlebih berdampak positif terhadap perkembangan daerahnya yang berpenduduk cukup padat dibandingkan dengan wilayah lain.

"Di Kampung ini terdiri dari 13 rukun tetangga (RT) banyak memang dan cukup  padat. Tugas kami saat ini tinggal mengedukasi masyarkat agar berpartisipasi dalam menjaga sekaligus memelihara lingkungan yang sudah baik ini," tuturnya.
 
Untuk pengembangan KBA, lanjut dia, pihaknya saat ini tengah menyiapkan program tambahan selain dalam menata wilayah dibidang lingkungan. Dodo yang juga ikut sebagai penanggung jawab program dari ASTRA itu berencana menghadirkan kegiatan berkebun untuk mengakomodir masyarakat sekitar.

"Saat ini kegiatan berkebun itu sedang dikembangkan. Nanti juga kami akan menghias kampung ini dengan seni mural disepanjang dinding rumah warga. paling tidak seni itu jadi icon baru untuk kampung berseri," ungkap Dodo.

Informasi yang dihimpun penulis dari berbagai sumber, KBA adalah program CSR ASTRA dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan empat pilar yaitu, pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan. Tercatat hingga September ini, sebanyak 65 Kampung Berseri Astra telah dihadirkan ASTRA.

Dikutip dari situs resmi https://www.astra.co.id/ sejak berdiri lebih dari 57 tahun lalu, Astra senantiasa berupaya menjadi inspirasi pembangunan sehingga kegiatan bisnis bukan pertumbuhan profit semata, tapi tentang bagaimana berkontribusi untuk pembangunan bangsa Indonesia termasuk memasuki usia ke-60 tahun ini.

ASTRA mengharuskan agar pertumbuhan berimbang sesuai Strategi Triple Roadmap, yaitu pertumbuhan portofolio bisnis, sumber daya manusia (SDM), dan kontribusi sosial serta lingkungan. ASTRA juga menekankan partisipasi pembangunan berkelanjutan melalui panduan Public Contribution Roadmap yang diterapkan dalam inisiatif SATU Indonesia (Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia).

Senin, 25 Desember 2017

Keberuntungan yang Terus Mengalir Deras

(foto: Lina Nuryani/ dok penulis)
Bagi sebagian orang mendapatkan kesempatan berkarir ketika selesai menjalani pendidikan dibangku sekolah sangat langka di zaman sekarang. Namun hal tersebut seolah tidak dialami oleh Lina Nuryani, 23.

Warga Kampung Sindangsari, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, itu tidak merasa sedikitpun kesulitan saat akan mencari lahan pekerjaan untuk mencari rezwki begitu menyelesaikan studi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ciwidey tujuh tahun silam.

Itu terbukti dari banyaknya tawaran pekerjaan yang diterima gadis cantik pemilik tinggi badan sekitar 165 cm ini. Bayangkan saja, diusianya yang relatif muda Lina sudah mengabdikan diri diinstansi Kepolisian Resor Bandung, Soreang, sebagai salah satu pegawai di front office dan call center di bagian Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).

"Alhamdulilah begitu lulus sekolah bisa bekerja disana selama tiga tahun lebih. Meski hal baru mengabdi di kepolisian tapi banyak pengalaman berharga," ujarnya saat berbincang dengan penulis belum lama ini.

Setelah bekerja disalah satu instansi penegak hukum, Lina kembali mendapat tawaran bekerja di salah satu hotel bintang lima di Bandung sebagai guest relation officer. Walau berbeda dengan pekerjaan sebelumnya, namun tak membuat semangatnya turun meski harus adaptasi cukup lama.

"Bagi saya profesi yang dijalani dibidang baru itu selama beberapa bulan cukup memberi tantangan tersendiri. Makanya setiap ada kesempatan dan peluang pasti saya akan ambil sebagai pembelajaran," katanya.

Kini, Lina pun kembali mengambil peluang besar seiring dengan hadirnya kesempatan untuk mengabdi di salah satu instansi Pemerintahan Kabupaten Bandung. Alasan penyuka berbagai jenis tari itu memilih profesi yang mulai dijalaninya hampir dua tahun itu sebagai langkah agar dirinya bisa bermanfaat untuk masyarakat sesuai dengan fungsi seorang abdi negara.

"Memang masih tenaga honorer sih tapi kan siapa tahu kedepannya. Yang penting saat ini berjuang dan berusaha," ucapnya.

Bagi Lina, apa yang diterimanya saat ini merupakan sebuah keberuntungan yang mungkin tidak dimiliki oleh orang-orang diluar sana yang harus bersusah payah mencari pekerjaan. Terlebih, hanya dalam kurun waktu kurang dari lima tahun dirinya bisa merasakan berbagai profesi.

Anak kedua dari dua bersaudara itu juga akan mencoba mencari pengalaman baru dengan membuka usaha sesuai dengan cita-citanya sejak dibangku sekolah. "Kalau saya pribadi merasa ini sebuah keberuntungan. Semoga saja apa yang saya jalani bisa mendapatkan hasil maksimal," tandasnya.

Sabtu, 23 Desember 2017

Siswa SMP Kota Bandung Pecahkan Rekor ORI

(foto: Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial tengah bermain salah satu permainan anak tradisional (kaulinan budak sunda)/ dok Humas Pemkot Bandung)
Para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Bandung berhasil memecahkan Original Rekor Indonesia (ORI) untuk kategori permainan anak tradisional. Tercatat sebanyak 3.038 ikut dalam permainan tersebut.

Acara yang diinisiasi Eco Bambu Cipaku bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung itu dinilai memiliki jumlah peserta terbanyak. Beberapa permainan yang digelar seperti Cingciripit, Enggrang, Sapintrong serta permainan lainnya.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial yang berkesempatan hadir dalam acara tersebut mengaku bangga dengan prestasi yang telah tercatatkan ini. Dirinya juga mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya sunda.

"Mari kita terus lestarikan kaulinan budak (permainan anak tradisonal) ini, jangan sampai hilang karena kemajuan zaman" ungkap Oded usai acara.

Orang nomor dua di Kota Bandung itu menambahkan permainan tradisional atau biasa dikenal masyarakat sebagai kaulinan budak Sunda sebenarnya sangat menyenangkan tak kalah dengan permainan modern saat ini.

"Selain itu, menjadi sarana olahraga seiring dengan aktifitasnya yang berbaur dengan alam,menyehatkan bagi kita yang ikut bermain, serta dapat juga melatih kemampuan otak kanan dan kiri untuk dapat bekerja" jelas dia.

Oded juga mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Bandung yang bekerja sama dengan Eco Bambu Cipaku ini. Sebab, secara langsung dapat menjadi pesan sekaligus kampanye mempertahankan tradisi.

"Saya sangat  mengapresiasi kegiatan ini, ditengah lahan (bermain) kita yang semakin padat namun tetap ada yang mempertahakan kaulinan ini," tandas Oded yang juga sempat ikut secara langsung bermain kaulinan sunda.

Peringati Maulid Nabi, Oded Ajak Umat Muslim Ikuti Jejak Nabi Muhammad SAW

(Wali Kota Bandung Oded M Danial) Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengajak umat muslim mengikuti jeja...