Kamis, 01 Februari 2018

Empat Pemuda Asal Bandung Ciptakan Game Baru di Playstore

(gambar: tangkapan layar game Tamak.inc di Playstore)
Rupanya bukan hanya orang luar saja yang mampu menciptakan sebuah aplikasi yang ada di telepon pintar (smartphone). Para generasi muda kita juga ternyata bisa melakukannya.

Nah kali ini yang mengukir prestasi dengan membuat inovasi baru itu berasal dari Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka adalah Yodi Pramudito, M Ihsan, M Iqbal, dan Luqman.

Keempatnya yang tergabung dalam Tamatin Entertainment itu berhasil menciptakan sebuah game dengan label “Tamak.inc”. Game ini dapat diunduh melalui Playstore secara gratis.

(gambar: tangkapan layar game Tamak.inc di Playstore)
Dalam permainan yang memiliki 35 level itu para gamers harus berusaha menjaga markas dari adanya serangan musuh dengan cara menempatkan pasukannya di posisi strategis.

Uniknya, game yang baru diluncurkan di pertengahan tahun 2017 lalu itu menyuguhkan suasana di sebuah perkantoran. Jadi kita dalam permain itu layaknya sosok bos perusahaan.

Musuhnya tiada lain adalah para pegawai. Dengan membawa berbagai senjata diceritakan sedang menyerang kita lantaran gajinya tak kunjung dibayarkan dan ingin merusak kantor.

Tertarik ingin mencobanya? Unduh saja game baru tersebut di playstore.

Minggu, 28 Januari 2018

Bantu Fasilitasi Masyarakat yang Ingin Beribadah

(foto: Kardita Kintabuana/ dok Penulis)
Merintis sebuah usaha memang tidak semudah seperti membalikan telapak tangan. Tak hanya itu, untuk membuka peluang usaha juga bukan hanya mengedepankan obsesi ataupun sekedar keinginan semata. Namun dalam realisasinya, perlu diimbangi dengan adanya kerja keras, dan perjuangan. 

Itulah salah satu hal yang menjadi dasar dari Kardita Kintabuana, 45, memulai mengembangkan bisnisnya di bidang travel dan tourism khususnya untuk mengelola keberangkatan haji dan umroh. Meski pria kelahiran Banjarmasin dapat dikatakan sebagai pemula untuk meniti karir dibidang perjalanan serta tanpa memiliki latar belakang bisnis, akan tetapi tak sedikitpun ada rasa ragu.

Siapa yang menyangka baru memasuki tahun pertamanya sebagai Direktur di PT Shidqi Citra Utama (Shidqi Tour and Travel) dirinya mampu membuktikan bahwasannya dengan kesungguhan dan keyakinan segala sesuatu yang diproyeksikan dapat dengan mudah terwujud. Bahkan, kini puluhan warga setiap bulan di wilayah Bandung Raya yang berniat menjalankan ibadah ke tanah suci mulai memanfaatkan jasa dari perusahaan yang dipimpinnya itu.

Ditemui dikediamannya, Jalan Cisangkan Hilir No. 85 RT01/19, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Kardita yang dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD Kesatuan Tours Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) menceritakan secara singkat seputar pengalamannya dalam mengelola bisnis keberangkatan jemaah haji serta sedikit rencanannya kedepan setelah sukses menjadi seorang pengusaha. Berikut petikan perbincangan dengan penulis: 

#Kapan tepatnya anda memulai bisnis ini?

Sekitar awal tahun 2013 lalu perusahaan ini mulai dijalankan. Meski memang saat ini masih berstatus baru namun respon dari masyarakat yang berniat memanfaatkan jasa kami rupanya cukup besar. Dalam bulan ini saja lebih dari 40 orang telah melakukan pendaftaran. Rencananya, kami targetkan dalam setahun dapat memberangkatkan sekitar 1.000 orang jemaah. 

#Kenapa anda tertarik dan memilih sektor haji dan umroh? 

Saya melihat perjalanan ibadah ini potensinya sangat besar disamping merupakan kewajiban setiap muslim. Sesuai dengan data saja dalam setiap tahun peningkatan jemaah haji yang berangkat ketanah suci selalu bertambah mencapai 100%.  Bahkan, perputaran uang dalam perjalanan ini dapat menembus Rp 25 triliun. Oleh sebab itulah, kenapa hal ini tidak saya jadikan peluang usaha. Termasuk membantu dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin beribadah

#Kesulitan apa saja yang sempat anda alami ketika menjalankan bisnis ini? 

Dari segi manajerial serta strategi dalam memasarkan jasa menjadi salah satu hal yang cukup sulit bagi saya. Sebab, perjalanan untuk keberangkatan haji ini membutuhkan pengelolaan yang proporsional baik persiapan maupun kebutuhan lainnya yang tentu diperlukan oleh para jemaah. Belum lagi, memberikan kenyamanan bagi cutomer karena bisnis ini bukan memasarkan sebuah produk namun berbentuk jasa yang dirasakan.

Disisi lain, saya juga bukan berlatar belakang pendidikan dari bidang ekonomi ataupun marketing sehingga harus mempelajari secara intens berbagai macam konsep berwirausaha meski  secara otodidak dan dari pengalaman yang telah saya lalui ketika menjadi seorang jemaah yang saat itu dilayani oleh agen perjalanan dan sempet pula menjadi pembimbing. 

#Bagaimana tanggapan anda menyikapi maraknya kasus penipuan perjalanan haji dan umroh? 

Adanya kasus perjalanan haji dan umroh memang selalu saja ada. Bahkan hal itu seolah menjadi aspek yang tak dapat dihindarkan dari sebuah agen tour and travel. Namun tentunya kami selaku penyelenggara selalu memberikan pemahaman, informasi, dan beberapa prosedur lainnya kepada calon jemaah sehingga hal itu tidak terjadi.

Kami juga merasa bahwa setiap calon jemaah ini bukan merupakan mitra saja setelah pemberangkatan usai semuanya selesai. Akan tetapi kami terus menjalin tali silaturahmi dengan azas kekeluargaan agar para jemaah itu pun dapat merasakan kenyamanan dan kembali memanfaatkan jasa kami. Karena biasanya ibadah haji ataupun umroh dilakukan bukan hanya sekali. 

#Bagaimana langkah diperusahaan anda dalam menjamin keamanan para jamaah? 

Saya rasa dengan konsep keterbukaan terhadap para konsumen yang berniat memanfaatkan jasa kami dan memberikan pelayanan sesuai dengan aturan yang diberlakukan perusahaan menjadi hal yang tetap diprioritaskan. Kami juga menjamin legalitas perusahaan karena telah tergabung dalam lembaga resmi tidak seperti agen perjalanan lainnya yang mungkin sifatnya ilegal.

Ketika melakukan ibadah ditanah suci juga, kami menyiapkan beberapa fasilitas sesuai dengan yang dibutuhkan jemaah. Entah dengan meyiapkan pembimbing yang ideal termasuk beberapa hal lainnya agar jemaah ketika berangkat dan pulang mendapatkan apa yang sejatinya didapatkan termasuk ibadah yang khusus. 

#Seperti apa tanggapan anda, terkait adanya persaingan yang ketat antar agen perjalanan? 

Persaingan memang lumrah terjadi. Bukan hanya dari sektor ini akan tetapi beberapa bisnis lainnya pun demikian. Kendati begitu, kami yang lebih mengedepankan visi ingin membuat penyelenggara haji dan umroh profesional tentu yakin akan bisa bertahan seiring dengan banyaknya agen perjalanan haji dan umroh yang lebih dulu.

Paling tidak, kami tetap konsisten menjalankan bisnis ini sesuai dengan aturan yang ada, termasuk ajaran agama yang tetap menjadi landasan, karena bertahannya sebuah perusahaan dibidang ini mayoritas bukan hanya bisnis namun dikolaborasikan dengan dasar spiritual dan tentunya motivasi kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan harga yang ekonomis dan terjangkau sesuai dengan paket perjalanan yang diminta. 

#Kedepan, apakah ada hal yang ingin anda wujudkan setelah berhasil menjalankan bisnis ini? 

Saya fikir, mencoba mengembangkan bisnis travel dengan konsep pariwisata menjadi segmen yang akan diupayakan kedepan dan tidak menutup kemungkinan menjadi sebuah pertimbangan setelah bisnis ini dapat terus dipertahankan keberadaaannya. Apalagi diwilayah bandung raya misalnya begitu banyak beberapa lokasi yang dapat dikunjungi oleh masyarakat dan hal itu menjadi sebuah peluang usaha bisnis yang sangat menjanjikan.

Jumat, 26 Januari 2018

Bandung Jadi Pusat Aktivitas Anak Muda Asia dan Amerika

(foto: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meresmikan Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) Youth Center di lantai 5 Bandung Creative Hub, Jalan Laswi, Jumat (19/1/2018) lalu/ dok Humas Pemkot Bandung)
Kota Bandung memang salah satu daerah di Indonesia yang memiliki beragam kelebihan. Bukan hanya soal panoramanya saja namun berbagai ikon kuliner hingga menjadi kota yang kerap menelurkan para kreator seni sangat melekat.

Kini ibukota Jawa Barat itu menjadi pusat aktivitas anak muda dikawasan Asia Timur dan Amerika latin. Hal itu seiring dengan diresmikannya Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) Youth Center di lantai 5 Bandung Creative Hub, Jalan Laswi, Jumat (19/1/2018) lalu.

FEALAC Youth Center sendiri merupakan sebuah gagasan yang dibawa oleh Pemerintah Indonesia pada saat FEALAC Youth Forum di Busan, Korea Selatan, tahun 2017. Rencana itu pun mendapat respon positif dari beberapa negara.

Informasi yang dihimpun penulis, wacana pendirian FEALAC Youth Center itu mengemuka saat FEALAC Youth Forum diselenggarakan di Kota Bandung tahun 2015. Saat itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang inisiatif menawarkannya.
Saat diwawancarai, Ridwan berharap hadirnya FEALAC yang dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri Kota Bandung bisa menjadi pusat perkembangan potensi pemuda di wilayah Asia Timur dan Amerika Latin.

"Selain itu, menjadi pintu bagi warga di 36 negara anggota FEALAC mengenal dan datang ke Kota Bandung. Saya harapkan nanti di gedung Creative hub ada banyak hilir mudik anak muda dari Asia Timur dan Amerika Latin," kata dia.

Ridwan juga memastikan bahwa Kota Bandung bersedia menjadi gerbang diplomasi bagi Indonesia. Ia akan sangat senang jika Kota Bandung bisa menjadi inkubator ide-ide luar biasa lintas negara.

"Aura energi kita ini positif. Aura ini berkumpul dengan orang-orang optimis, bersemangat, dan yakin tentang masa depan. Tahun 1955 kita ada ibu kota Konferensi Asia Afrika, kita perlebar ke Asia Timur dan Amerika Latin,"ungkap lelaki yang akrab disapa Kang Emil itu.

FEALAC Youth Center nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan pemuda yang secara nyata menghubungkan jejaring lintas negara. Rencananya akan digelar berbagai kursus bahasa atau kursus virtual antar-negara yang diikuti oleh para pemuda FEALAC.

Kamis, 25 Januari 2018

Ada Kelas Kopi di Hotel Dafam Rio Bandung

(foto: Kelas Kopi di Hotel Dafam Rio Bandung/ dok penulis)
Siapa yang tak kenal dengan kopi. Minuman populer yang memiliki kekhasan dari aroma serta rasa itu telah menjadi konsumsi kita sehari-hari. Bahkan di sebagian kalangan kopi dianggap sebagai teman setia sebelum memulai aktifitas, serta saat berkumpul dimanapun kita berada.

Tapi seberapa jauh kita mengenal kopi? Apakah kopi yang kita minum baik untuk kesehatan? Nah, dari pertanyaan dasar itu, manajemen Hotel Dafam Rio Bandung menghadirkan “Kelas Kopi” dengan menggandeng Warkop Udin Wati salah satu kedai terkenal asal Kota Cimahi, Sabtu (19/1/2018) petang lalu.

Para pecinta kopi yang hadir dalam diskusi yang berlangsung hampir tiga jam itu mendapatkan pengetahuan langsung tentang sejarah, proses produksi, makna kultural dari kopi itu sendiri. Pasalnya, minuman yang memiliki kandungan kafein ini tak lagi hanya sekedar komoditas melainkan telah menjadi bagian dari kepingan budaya.

Selain berdialog, cara meracik kopi, proses penyeduhan, hingga merasakan kopi yang langsung dibuat oleh barista dari biji kopi terbaik pun menjadi rangkaian kegiatan dalam diskusi tersebut. Beberapa peserta yang hadir juga sempat belajar dan mendapatkan bimbingan langsung cara membuat kopi.

General Manager Dafam Rio Hotel Indra D Sumarna mengatakan, tujuan dari kelas edukasi kopi yang bakal rutin dilaksanakan oleh manajemennya ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan pengetahuan yang lebih lengkap tentang kopi baik itu bagi pecinta kopi maupun masyarakat umum.
(foto: Kelas Kopi di Hoel Dafam Rio Bandung/ dok penulis)
Kami melihat bila komunitas pecinta kopi dalam beberapa tahun terakhir trendnya sedang naik. Makanya Kelas kopi di Dafam Rio ini bisa jadi tempat berkumpul dan berbagi pengetahuan. Harapan saya orang orang yang biasa minum kopi sachet ya bisa memilih kopi yang benar lah,” ungkap Indra.

Kehadiran Kelas Kopi dengan tagline “Ngopi Sore” ini, lanjut Indra, untuk memberikan fasilitas tambahan bagi pengunjung yang datang di hotelnya selain mencari kamar, meeting room, atau restauran. Pihaknya juga tengah membicarakan kerjasama dengan Warkop Udin Wati kedepannya.

Kami kan belum punya Coffe House yang benar makanya menggandeng Warkop Udin Wati. Kami lihat dan setelah observasi mereka memiliki member yang banyak dan kedainya tak pernah sepi. Mereka mempunyai keunikan dalam hal penyajian kopi dan kualitas kopinya yang baik,” tuturnya.

Indra menambahkan, manajemennya berencana menyiapkan konsep baru untuk memanjakan para pecinta kopi yang berniat datang ke hotelnya. Namun bukan berbentuk sebuah cafe modern atau kedai seperti dibeberapa titik namun akan membawa konsep gerobak yang akan disiapkan di area hotel.

Ya konsep gerobak itu unik. Jadi pecinta kopi atau komunitas yang ingin mencicipi kopi kan bisa langsung berinteraksi dengan si pembuatnya. Apalagi dibuat secara manual. Apakah nanti akan membawa para barista dari Warkop Udin Wati sedang dalam pembicaraan,” tandasnya.

Rabu, 24 Januari 2018

Bandros Baru Siap Layani Wisatawan Keliling Bandung

(foto: dok Humas Pemkot Bandung)

Wisatawan yang akan berlibur ke Kota Bandung kini bisa menaiki Bandung Tour on Bus (Bandros) lebih puas lho. Bila sebelumnya hanya ada 6 kendaraan, nah memasuki awal tahun 2018 ini Pemerintah Kota Bandung resmi menambah 12 unit Bandros baru.

Rencananya kendaraan wisata itu mulai beroperasi bulan Februari nanti. Jadi pengunjung yang datang ke Kota Kembang tak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi cukup menaiki kendaraan itu karena Bandros terbaru akan melayani transportasi melalui beberapa rute.

Tapi wisatawan jangan salah saat memilih, sebab tiap warna Bandros memiliki rute berbeda. Untuk Bandros yang bewarna biru akan berkeliling dari Alun-Alun Bandung, Cibaduyut, Taman Leuwi Panjang, Museum Sri Baduga, Alun-alun Regol, dan Kawasan Buah Batu.

Untuk Bandros warna kuning melewati rute Lapangan Gasibu, Taman Cibeunying, Taman Superhero, Taman Foto, Gedung Merdeka, Alun-Alun Bandung, dan Braga. Bandros Ungu akan rute Gasibu, Taman Cikapayang, Alun-alun Ujungberung, Museum Geologi, dan Pusdai.

Lain lagi dengan Bandros warna Hijau yang akan membawa wisatawan melewati Chinatown, Pasir Kaliki, Alun-alun Cicendo, Karang Setra, UPI, dan GOR Padjadjaran. Lalu Bandros berwarna Merah Muda yang akan melewati Gasibu, Taman Pasupati, Teras Cikapayang, Teras Cihampelas, hingga Taman Budaya.

Sementara yang terakhir, Bandros berwarna hitam yang sengaja dihadirkan khusus untuk membawa para tamu VIP yang sering berkunjung ke ibukota Jawa Barat. Baik saat melakukan studi banding yang berasal dari beberapa daerah maupun tamu yang ingin melihat suasana sudut kota Bandung.

Usai peluncuran Bandros baru, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, penambahan Bandros ini untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan saat berlibur kedaerahnya. Terlebih, masih banyak warga yang belum beruntung bisa naik kendaraan tersebut karena jumlahnya terbatas.

"Kedepan, saya juga ingin agar ada satu Bandros dipinjamkan ke kecamatan, biar yang menikmati tidak hanya wisatawan, tetapi juga bisa memberi kebahagiaan untuk warga di kewilayahan. Kan semua orang juga ingin naik,” ucap Ridwan Jumat (19/1) di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana.

Berdasarkan informasi yang diterima, Dinas Perhubungan Kota Bandung akan menetapkan dua jenis tarif bagi wisatawan yang akan menaiki kendaraan tersebut. Pertama tarif sekali jalan antara Rp10.000-15.000 perorang, dan paket seharian (One Day Pass) antara Rp 25.000-Rp 50.000 perorang.

Senin, 22 Januari 2018

Kebun Binatang Mini di Taman Dewi Sartika


(foto: instagram/ istimewa)
Bila anda hendak mencari tempat berlibur bersama keluarga tanpa ingin terbebani dengan biaya besar sepertinya Taman Dewi Sartika Bandung dapat menjadi pilihan. Berada di Jalan Wastukencana, taman yang memiliki luas sekitar 4.300 meter persegi itu menghadirkan suasana baru.

Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman untuk tempat beristirahat, kini berbagai hewan jenis unggas pun ada di area taman  di depan Kantor Wali Kota Bandung itu. Tak heran bila masyarakat menyebut salah satu taman tematik diibukota Jawa Barat itu sebuah Kebun Binatang mini.

Sebelum diresmikan di akhir tahun 2017 lalu taman yang memiliki nilai sejarah di Kota Kembang ini memang kurang dikenal bahkan jarang dikunjungi. Namun setelah adanya program revitalisasi oleh pemerintah setempat Taman Dewi Sartika selalu dipadati setiap waktu bukan hanya di akhir pekan saja.

Adanya beberapa satwa dalam kandang besar yang diisi dengan aneka jenis ternak mulai dari burung dan ayam yang bisa kita lihat sangsung saat menginjakan kaki di taman itu. Sehingga, menjadi solusi bagi yang ingin berwisata gratis seperti ke kebun binatang. Apalagi telah dilengkapi sarana bermain yang dikelilingi taman bunga.

Pengunjung yang memasuki Taman Dewi Sartika juga bisa sekaligus menikmati nuansa baru Taman Badak yang juga ikut direnovasi karena lokasinya bersebelahan. Diarea taman tersebut terdapat sebuah kolam bermain serta jaring LOVE yang dimanfaatkan kaula muda menggantungkan gembok cinta.

Beberapa waktu yang lalu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sempat menyampaikan bakal kembali menghadirkan satwa baru selain jenis unggas di area Taman Dewi Sartika. Selain itu dirinya juga bakal menata lahan parkir di area taman untuk digunakan sebagai terminal Bandung Tour on Bus (Bandros).

Nanti akan ada empat rusa sumbangan dari Yayasan Kebon Binatang Bandung," kata orang nomor satu di Kota Bandung itu saat meresmian dua taman hasil revitalisasi instansinya di Balai Kota.

Sabtu, 20 Januari 2018

Ibukota Jawa Barat Miliki Forest Walk Terpanjang se-Asia Tenggara

(foto: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meninjau Forest Walk Babakan Siliwangi/ dok Humas Pemkot Bandung)
Ada kabar gembira bagi para wisatawan yang mencari lokasi berlibur dengan suasana sejuk di jantung Ibukota Jawa Barat. Pasalnya, kini telah hadir sebuah forest walk atau jembatan hutan yang terletak di kawasan Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil), Bandung.

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 2 kilometer dengan ketinggian 3 meter itu pun dinilai menjadi yang terpanjang se-Asia Tenggara. Nah, sepanjang jembatan, pengunjung yang datang menghabiskan waktu kelokasi tersebut bisa menikmati sejuknya udara yang dikelilingi pohon dan satwa-satwa hutan.

Untuk diketahui, sebelum adanya pembangun Forest Walk Babakan Siliwangi hanya lah sebuah hutan kota di Kelurahan Babakan Siliwangi, Kecamatan Coblong. Namun seiring dengan adanya forest walk, Pemerintah Kota Bandung ingin menjadikan lokasi tersebut sebagai pilihan masyarakat berwisata.

Informasi yang dihimpun penulis, Forest Walk ini dibangun dengan menggunakan APBD selama dua tahapan. Pada tahun 2016 lalu pembangunan masuk tahap pertama dengan menelan anggran sebesar Rp 6,3 miliar. Pembangunan dilanjutkan tahun 2017 lalu dengan dana Rp 11,9 miliar.

Saat peresmian, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta agar masyarakat serta para pengunjung turut menjaga dan merawat kawasan Babakan Siliwangi. Tak hanya terhadap fasilitas forest walk tetapi juga kelestarian lingkungannya. Dia juga berharap setiap bulan ada pelepasan hewan di hutan tersebut.

“Tidak boleh merokok di Babakan Siliwangi ini. Saya juga titip tolong jaga kebersihannya. Tidak boleh buang sampah di sini. Saya ingin ini dirawat lahir batin selamanya. Titip, ya. Forest walk ini kita hadirkan fasilitas untuk mendekatkan manusia dengan alam tanpa merusak alam,” ujar Ridwan.

Orang nomor satu di Kota Bandung itu menyampaikan Forest Walk ini merupakan komitmennya kepada warga Kota Bandung untuk menyelamatkan hutan kota yang dulu sempat akan dijadikan kawasan komersial oleh swasta. Ini juga sebagai upaya menata kawasan dijantung ibukota Jawa Barat.

“Setelah jadi wali kota, di bulan Oktober 2014 saya berhasil melobi pengembangnya untuk tidak meneruskan (proyek) dan akhirnya mengembalikan Babakan Siliwangi secara permanen sebagai hutan kota yang kita lestarikan,” tegas lelaki yang akrab disapa Kang Emil itu.

Peringati Maulid Nabi, Oded Ajak Umat Muslim Ikuti Jejak Nabi Muhammad SAW

(Wali Kota Bandung Oded M Danial) Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengajak umat muslim mengikuti jeja...